Minggu, 21 September 2008

BUDAYA POLITIK

Jawablah pertanyaan di bawah ini!
  1. Apa yang dimaksud dengan budaya politik!
  2. Apa yang dimaksud dengan budaya politik parokial, kaula, dan partisipan!
  3. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi politik!
  4. Sebutkan perbedaan antara pendidikan politik dan indoktinasi politik!
  5. Mengapa orang menganut budaya politik parokial?Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya!
  6. Apa yang menjadi tujuan partisipasi politik?
  7. Bagaimana pendapat anda mengenai adanya sebagian masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemilu!
  8. Bagaimanakah pendapat anda mengenai adanya kecurangan pada saat pemilihan umum dikaitkan dengan partisipasi masyarakat?
  9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sikap politik status quo dan reaksioner!
  10. Kesimpulan apa yang Anda peroleh dari tiga pendapat yaitu Almond dan Verba, Rusadi Suninsapura, dan Samuel Beer mengenai budaya politik!

72 komentar:

JAWABAN PKN2 mengatakan...

1. BUDAYA POLITIK ADALAH SUATU KEBIASAAN

Maria_JF mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

Yanis Rahmasari mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tdk baik, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

irma_doank mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.BP Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
BP Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
BP Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya,hal itu sangatlah tdk sportif, karena mereka telah menghalalkan segala cara. sehingga mereka telah merugukan orang lain demi keuntungan mereka sendiri. .
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

nila mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu & orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7.Menurut saya itu sangat tdk baik krena .sangat merugikan bagi hasil pemilu.dan itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8.meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

monika mengatakan...

1. Perwujudan nilai2 politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik :
Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya,hal itu merupakan hal yang tidak baik dan tdk
bertanggungjawab,karena dia menyia"kan
hakplih'a.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti merugikan orang lain dan tidak bersifat sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

ina rh mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

ria mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

elva_elva_elva mengatakan...

1.Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.budaya politik Parokialadalah Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Budaya politik Kaula adalah Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Budaya politik Partisipan adalah Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik adalah Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik adalah Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik adalah Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. karena mereka masih berpegang teguh pada tradisi di daerahnya dan bersifat sederhana hl ini adalah fktor menapa orang menganut budaya politik tersebut.
6. Tujuan partisipasi politik adalah Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,orang yang seperti itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab karena dia telah menyiayiakan hak pilihnya.
8. menurut saya,hal itu sangat merugikan orang lain dan hanya mengguntungkan dirinya sendiri karena dia telah menghalalkan segala cara agar menguntungkan dirinya sendiri.hal ini sangat tidak sportif.
9. Status quo adalah Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner adalah Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

IGUN_d'maRien mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial adalah Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula adalah Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan adalah Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik adalah Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik adalah Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik adalah Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. karena mereka masih bersifat sederhana dan kedaerahan. faktor yang mempengaruhinya adalah mereka masih berpegang teguh pada tradisi daerah mereka masing2 yang bersfat tradisional.
6. Tujuan partisipasi politik adalah Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya, mereka telah menyianyiakan hak pilih mereka. dan perbuatan yang mereka lakukan itu sangatlah tdhk bertnggung jawab.
9. Status quo ialah Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner ialah Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, ialah bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

meta mengatakan...

1.budaya politik adalahPerwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.budaya politik parokial : budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
Budaya politik kaula : budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Budaya politik Partisipan : Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3.


1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3.sosialisasi politik : Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik : Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Budaya politik parokial sangat menonjolkan kesadaran warganya akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakat.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yang tidak baik, artinya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

meta mengatakan...

1.budaya politik adalahPerwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.budaya politik parokial : budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
Budaya politik kaula : budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Budaya politik Partisipan : Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3.sosialisasi politik : Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik : Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Budaya politik parokial sangat menonjolkan kesadaran warganya akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakat.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yang tidak baik, artinya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

Acintya mengatakan...

- Remedial UTS 1 PKn -

Nama : Acintya PCM
Kelas : XI IPA 3
SMAN 1 Purwakarta


1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

asri mengatakan...

Nama : Asri Noviyanti P
Kelas : XI IPA 3


1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan kata lain ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya.
8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

Dzaka Zulafa mengatakan...

Nama:Dzaka Zulafa
Kelas:XI IA 6

1.Perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

2.Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.

3.Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.

4.- Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.

5.Masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
-Minimnya pendidikan politik
-Budaya
-Sosial dan Ekonomi

6.Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7.Menurut Saya, ia telah melakukan hal yg salah, karena telah menyia-nyiakan hak pilihnya.

8.Menurut saya, sebaiknya tidak perlu ada kecurangan jika setiap masyarakat yg berpartisipasi dapat bertindak demokratis.

9.Status quo = Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner = Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.

10. kesimpulannya jadi Budaya politik merupakan perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yg diyakini sbg peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

Dian mengatakan...

1. budaya politik adalah pola tingkah laku suatu individu terhadap
sistem politik yang ada

2. a. budaya politik parokial adalah sikap terhadap sistem politik
yang masih bersifat kewilayahan, dan tidak peduli terhadap sistem
politik yang ada
b. budaya politik kaula adalah pola tingkah laku suatu individu yang
menengah, bersifat aktif, tapi masih bersifat pasif
c. budaya politik partisipan adalah sikap suatu individu terhadap
politik yang bersifat sangat aktif, sadar terhadap apa yang akan dan
telah dilakukan itu berpengaruh terhadap sistem politik yang ada.

3. sosialisasi politik adalah suatu proses untuk membentuk sikap suatu
individu dan orientasi terhadap politik

4. pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan
penerima pesan
-indoktrinasi politik adalah suatu proses memberi pesan, namun hanya
dari satu sisi, hanya pemberi

5. karena masih banyak orang yang tidak mengetahui tentang pendidikan politik.
faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : pendidikan, kemiskinan,
kewilayahan, dan sikap yang dianut

6. yang menjadi tujuan dari partisipasi politik adalah keikutsertaan
warga terhadap sistem politik yang ada, serta keaktifan warga terhadap
kegiatan politik

7. masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya saat pemilu adalah
masyarakat yang tidak memahami bahwa suara yang mereka keluarkan
sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh

8. adanya kecurangan saat pemilu bila dikaitkan dg partisipasi politik
itu menandakan bahwa kurangnya sikap masyarakat untuk ikut aktif di
dalam kegiatan pemilu, serta tidak adanya kesadaran masyarakat untuk
bersikap jujur

9. a. status quo adalah sikap politik tidak menghendaki adanya perubahan
b. reaksioner adalah sikap politik yang menentang perubahan

10. budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan, pola tingkah laku
individu, dan suatu sikap orientasi terhadap suatu sistem politik



Dian Putri Permatasari
XI IA 3

AQEW mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.



Hanif Lyonnais
XI IPA 3

AQEW mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.


M. zaini . R
2 Ipa 3

mutiara kencana mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya saat pemilu adalah
masyarakat yang tidak memahami bahwa suara yang mereka keluarkan
sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh
8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

cipi..cipi.. mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7.Menurut saya itu sangat tdk baik krena .sangat merugikan bagi hasil pemilu.dan itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8.meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.

10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

ndahoii mengatakan...

Nama : Nur Endah A
Kelas : XI IPA 3

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.Budaya Politik Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Budaya Politik Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Budaya Politik Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota-anggota sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif dan minimnya pendidikan politik yang diterima. disebabkan oleh faktor yang masih memegang adat istiadat yang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut pendapat saya,hal seperti itu adalah sikap yg tidak bertanggung jawab karena mereka telah menyia-nyiakan hak pilihnya. itu adalah tindakan tidak terpuji.
8. Menurut saya,hal itu sangatlah curang, karena mereka telah menghalalkan segala cara. sehingga mereka telah merugikan orang lain demi keuntungan mereka sendiri. .
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

monika prasetya mengatakan...

kelas : XI IPA 6

1.budaya politik adlh pola tingkah laku individu & orientasi'a terhadap kehidupan politik yg dihayati oleh pra anggota suatu sistem politik.
2.-.parokial:budaya politik ya msh sngt sederhana yg msih bersifat kedaerahan,yg sngt menonjolkan kesdaran warga'a akan ada'a pusat kwenangan atau kekuasaan politik dlm masyarakat'a.
- kaula:budaya politik dmn masyarakat memiliki kesadaran politik meskipun masih pasif.
- partisipan: budaya politik.dmn masyarakat sudah memiliki kesadaran atas hak & tanggung jwab sbgai wrga ngara,ditndai dgn partisipasi aktif anggota sistem politik.
3.proses pembentukan sikap & orientasi politik para anggota masyarakat dlam menjalani kehidupan politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat yg telah turun temurun & krn terbts'a perbedaan antra wrga negara sehingga tdk terdpt peranan politik yg bersfat khas & berdiri sendiri.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah & ikut berpartisipasi dalam politik itu tersebut.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab krn tlah menyia"kan hak plih'a,srta hal itu tidak baik,krn merugikan pihak tertentu.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yg bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

ADITYA mengatakan...

kelas : XI IPA 6

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8.meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

akmal hakim mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

Puput_Legend mengatakan...

1. Perwujudan nilai2 politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik :
Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya,hal itu merupakan hal yang tidak baik dan tdk bertanggungjawab,karena dia menyia-nyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti merugikan orang lain dan tidak bersifat sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

Nama:Puput Legendaris
Kelas:XI Ipa 2

Putri Noviyandari mengatakan...

Nama : Putri N.
Kelas : XI IPA 3

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

eka satria mengatakan...

1. budaya politik adalah Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial adalah budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula adalah budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan adalah Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. sosialisasi politik adalah Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik adalah Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal norma, dan simbol politik negaranya.
sedangkan Indoktrinasi politik adalah Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. tujuannya adalah untuk Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah tidak bersifat politik yang baik dan tidak lagi menggunakan hak pilih dengan benar.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status Quo ialah sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
dan Reaksioner adalah sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

eka satria mengatakan...

Nama:Eka Satria
Kelas:XI IA 3

1. budaya politik adalah Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial adalah budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula adalah budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan adalah Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. sosialisasi politik adalah Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik adalah Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal norma, dan simbol politik negaranya.
sedangkan Indoktrinasi politik adalah Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. tujuannya adalah untuk Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah tidak bersifat politik yang baik dan tidak lagi menggunakan hak pilih dengan benar.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status Quo ialah sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
dan Reaksioner adalah sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

LASKARGUNUNGPARANG mengatakan...

nama : wahyu eka m
kelas:XI IA 3
1.budaya politik : Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. budaya politik Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
budaya politik Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
budaya politik Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : suatu Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru,dan belum mengenal betul pentingnya politik.
6. Tujuan partisipasi politik adalah untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7.Menurut saya itu sangat tdk baik krena .sangat merugikan bagi hasil pemilu.dan itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab.
8.meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status quo : suatu sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : suatu sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

Linda-Latief mengatakan...

Nama : Yulinda Nurlatifah
Kelas : XI IA 3

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku suatu individu terhadap
sistem politik yang ada.

2. a. Budaya politik parokial yaitu sikap terhadap sistem politik
yang masih bersifat kewilayahan, dan tidak peduli terhadap sistem
politik yang ada.
b. Budaya politik kaula yaitu pola tingkah laku suatu individu yang
menengah, bersifat aktif, tapi masih bersifat pasif.
c. Budaya politik partisipan adalah sikap suatu individu terhadap
politik yang bersifat sangat aktif, sadar terhadap apa yang akan dan
telah dilakukan itu berpengaruh terhadap sistem politik yang ada.

3. Sosialisasi politik adalah suatu proses untuk membentuk sikap suatu
individu dan orientasi terhadap politik.

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan
penerima pesan.
-indoktrinasi politik adalah keterpaksaan sebelah pihak dalam menentukan suatu keputusan.

5. Karena masih banyak orang yang tidak mengetahui tentang pendidikan politik.
faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : pendidikan, kemiskinan,
kewilayahan, dan sikap yang dianut

6. Tujuan dari partisipasi politik adalah keikutsertaan
warga terhadap sistem politik yang ada, serta keaktifan warga terhadap
kegiatan politik.

7. Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya saat pemilu adalah
masyarakat yang kurang pengetahuan akan pentingnya kesadaran berpolitik, bisa jadi menumbuhkan sikap apatis dari masyarakat itu sendiri.

8. Adanya kecurangan saat pemilu bila dikaitkan dg partisipasi politik
itu menandakan bahwa kurangnya sikap masyarakat untuk ikut aktif di
dalam kegiatan pemilu, serta tidak adanya kesadaran masyarakat untuk
bersikap jujur.

9. a. Status quo = Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.

b. Reaksioner adalah Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.

10. Budaya politik adalah sikap yang telah menjadi suatu kebiasaan sekelompok masyarakat, sebagai peradaban untuk melaksanakan kegiatan kewarganegaraannya. Entah itu dalam pemilu dan lain sebagainya.

Ssyivaa mengatakan...

Nama : Syiva L
Kelas : XI IPA 3

1.Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.budaya politik Parokialadalah Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Budaya politik Kaula adalah Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Budaya politik Partisipan adalah Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik adalah Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik adalah Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik adalah Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. karena mereka masih berpegang teguh pada tradisi di daerahnya dan bersifat sederhana hl ini adalah fktor menapa orang menganut budaya politik tersebut.
6. Tujuan partisipasi politik adalah Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,orang yang seperti itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab karena dia telah menyiayiakan hak pilihnya.
8. menurut saya,hal itu sangat merugikan orang lain dan hanya mengguntungkan dirinya sendiri karena dia telah menghalalkan segala cara agar menguntungkan dirinya sendiri.hal ini sangat tidak sportif.
9. Status quo adalah Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner adalah Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

metta mengatakan...

1.budaya politik adalahPerwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.budaya politik parokial : budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
Budaya politik kaula : budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Budaya politik Partisipan : Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3.sosialisasi politik : Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik : Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Budaya politik parokial sangat menonjolkan kesadaran warganya akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakat.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yang tidak baik, artinya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

deeanov mengatakan...

Nama:Dea Novia
Kelas:XI IA 3

1.Perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

2.Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.

3.Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.

4.- Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.

5.Masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
-Minimnya pendidikan politik
-Budaya
-Sosial dan Ekonomi

6.Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7.Menurut Saya, ia telah melakukan hal yg salah, karena telah menyia-nyiakan hak pilihnya.

8.Menurut saya, sebaiknya tidak perlu ada kecurangan jika setiap masyarakat yg berpartisipasi dapat bertindak demokratis.

9.Status quo = Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner = Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.

10. kesimpulannya jadi Budaya politik merupakan perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yg diyakini sbg peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

metta mengatakan...

1.budaya politik adalahPerwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.budaya politik parokial : budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
Budaya politik kaula : budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Budaya politik Partisipan : Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.3.sosialisasi politik : Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik : Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Budaya politik parokial sangat menonjolkan kesadaran warganya akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakat.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yang tidak baik, artinya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.
8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

dhiar mengatakan...

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.


Dhiar Rachma Diyanthi
XI IA 2

praktikum tik mengatakan...

Nama : Rizal Alfian
Kelas : XI IPA 4

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

Burhan Fajriansyah mengatakan...

Nama : Burhan Fajriansyah
Kelas : XI IPA 4


1. Yang dimaksud budaya politik adalah perwujudan dari nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

praktikum tik mengatakan...

Nama : Faisal Muhamad Lufty
Kelas : XI IPA 4

1. Budaya Politik yaitu perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

indita wanapuspa mengatakan...

kelas : XI IPS 1

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik :
Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. A. Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
B. Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/embarkation.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

habibah mengatakan...

nama; habibah
kelas; XI IS 1


1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tdk baik, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

about me... mengatakan...

1.Budaya Politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

dea_debora mengatakan...

1. Perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

dhini_cahya mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.BP Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
BP Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
BP Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya,hal itu sangatlah tdk sportif, karena mereka telah menghalalkan segala cara. sehingga mereka telah merugukan orang lain demi keuntungan mereka sendiri. .
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

LuvLy mengatakan...

Lely Nuraeni
XI.IA.6

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik dan diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.*Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
*Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
*Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7.Menurut pendapat saya, itu merupakan suatu sikap yang menunjukan ketidakbertanggung jawabannya sebagai warga negara.
8. Menurut pendapat saya,sebenarnya tidak perlu ada kecurangan di dalamnya,dan kecurangan itu berarti menunjukan bahwa ia belum siap menjadi warga negara yang demokratis.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa,dan negara yang diyakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

Riska_1215k4 mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.BP Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
BP Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
BP Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya, hal itu seharusnya tidak di lakukan, seorang warga negara yang baik tentu akan ikut berpartisipasi, selain itu ikut serta dalam pemilihan umum merupakan kewajiban setiap warga negara dan tertuan dalam UUD 1945, maka sebagai warga negara kita harus sadar hukum.
8. Kecurangan dalam pemilu sangat tidak baik, hal itu dapat menyensarakan rakyat, karena pemimpin yang terpilih bukanlah atas kehendak rakyat, tindakan yang tidak sportif itu harus di jatuhi hukuman yang setimpal.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

Anime Comunitty From Busters Comunitty mengatakan...

Nama: Rizky Eka N.
Kelas: XI IPA 7


1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

Adhika Rora F mengatakan...

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

satria_7@acmilan mengatakan...

Nama : Satria Darma Putra
Kelas : XI IPA 3
SMAN 1 Purwakarta


1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

Adhika Rora F mengatakan...

adhika rora fiandro 11 ipa 5..jawaban
1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

satria_7@acmilan mengatakan...

maaf bu, kelasnya salah habis tadi buru-buru ngerjainnya. (Satria DP XI Ipa 2)

Nova selviani XI ips 1 mengatakan...

1.budaya politik adalah Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem po3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7.Menurut saya itu sangat tdk baik krena .sangat merugikan bagi hasil pemilu.dan itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8.meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.
litik.

mamai mengatakan...

nama : Kamal Nurdiansyah
kelas : XI IA 2

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik .
2.
- budaya politik parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- budaya politik kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- budaya politik partisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis .
4. Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya. Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma .
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru,dan belum mengenal betul pentingnya politik.
6. Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah .
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tidak terpuji, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya sebagai wagra negara .
8. Menurut saya , kecurangan tidak boleh dilakukan , karena itu menunjukan betapa lemahnya kita apabila kita tidak curang , sehingga harus melakukan hal tidak baik itu untuk menunjukan kekuatan kita yang hanya dilakoni oleh curang .
9.
- Status quo = Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
- Reaksioner = Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Jadi kesimpulannya , bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

vikri cry mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan

n i x z mengatakan...

JAWABAN PKN

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
2. Budaya politik parokial = budaya politik yg masih sederhana atau tradisional yang terbatas pada wilayah sempit (daerah)
Budaya politik kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik tetapi masyarakatnya masih erperan pasif dalam kegiatan politik.
Budaya politik partisipan = budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota masyarakat dalam sistem politik.
3. Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, masyarakat dapat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negara.
Indoktrinasi politik = proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai, norma dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa
5. Karena kebanyakan dari mereka bertempat tinggal di daerah yang terpencil, sehingga mereka kurang berpartisipasidalm kegiatan politik.
6. Tujuan partisipasi politik = mempengaruhi keputusan ataupun kebijakan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Seharusnya orang tersebut menggunakan hak pilihnya, karena dengan itu ia sudah berpartisipasi dalam kegiatan politik di negaranya.
8. Menurut saya, itu tidak seharusnya terjadi. Bagaimana bisa seorang calon pemimpin akan bisa menjabat dengan baik, sedangkan dalam pemilihan saja iasudah berperilaku curang agar menang. Dan bagi para hak pilih, pilih saja sesuai hati nurani masing-masing, tidak perlu mendengar hasutan dari orang lain. selain itu pemilu kan mengutamakan asas LUBER.
9. Sikap politik status quo = sikap politik yang bersifat tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik di negaranya.
Sikap politik reaksioner = sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10.Budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik di negaranya.


nunik.c
xi ipa 1
0708.10.203
SMAN 1 PURWAKARTA

Jourdy_XI ipa 4 mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.BP Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
BP Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
BP Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya,hal itu sangatlah tdk sportif, karena mereka telah menghalalkan segala cara. sehingga mereka telah merugukan orang lain demi keuntungan mereka sendiri. .
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

Defloter mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

Regi Ramdhani
XI IPA 1

All about I know mengatakan...

Nama : Dickie Zulfickar H
Kelas : XI IPA 4

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya trhdp kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik.
2.BP Parokial= Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
BP Kaula = Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
BP Partisipan= Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik= Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat yang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyianyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya,hal itu sangatlah tdk sportif, karena mereka telah menghalalkan segala cara. sehingga mereka telah merugikan orang lain demi keuntungan mereka sendiri.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

yogi mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tdk baik, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

afrian mengatakan...

Nama :AFRIAN W
Kelas:XI IPA 7


1.Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik
2.Parokial= Terbatas pada wilayah sempit
Kaula= Anggota masyarakat memiliki minat, perhatian,dan mungkin pula kesadaran terhadap sistem politiksecara keseluruhan
Partisipan=anggota masyarakat telah menyadari betul hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, dimana dia berperan aktif dalam suatu proses politik
3.Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orienytasi politik para anggota masyarakt dalam menjalani kehidupan politik
4.Pendidikan politik=suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan
Indoktrinasi politik=Proses sepihak penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan simbol yg dianggap pihak yg berkuasa
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih

memegang adat istiadat ynang telah turun temuru.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh

pemerintah.
7. hal seperti itu adalah bkn sikap warga negara yg baik yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah

menyinyiakan hak pilihnya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk

menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan

politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
.10.Persepsi warga negara yg diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan peristiwa politi

zahra akaihana mengatakan...

Zahra.Z

XI IPA 6

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.

2. Parokial= budaya politik yang sederhana dan dapat diartikan terbatas pd wilayah sempit budaya.
Kaula= budaya politik yang cenderung pasif, hanya menerima begitu saja keadaan dlm sistem politik yg ada.
Partisipan= budaya politik yang anggotanya berpartisipasi secara aktif dlm bidang politik.

3. Sosialisasi politik ialah pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat dlm menjalani kehidupan politik.

4. Pendidikan politik= proses dmn seorang individu mengenal dan mempelajari nilai, norma dan simbol politik dari berbagai pihak.
Indoktrinasi politik= proses ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warganya untuk menerima nilai, norma dan simbol politik.

5. krn masing2 warga punya tradasi dan cara pandang mrk thdp politik yg berbeda-beda. dikarenakan oleh faktor kedaerahan, apatis, dan tradisional.

6.Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. menurut saya, orang itu menyia-nyiakan haknya sendiri, padahal kita sebagai warga negara hrs turut berpartisipasi krn masa depan politik kita ada di tangan kita sendiri.

8. Menurut saya, kecurangan dlm pemilu akan merugikan tidak hanya satu-dua orang, tapi seluruh warga yg berkaitan dgn pemilu itu. itu adalah bentuk partisipasi yang berlebihan.

9. status quo= Sikap politik yang bersifat tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik di negaranya.
reaksioner= Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan suatu kehidupan politik.

10. kesimpulan dari pendapat2 tsb, budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

leave me alone mengatakan...

NAMA : FERNANDA CH PM
KELAS : XI IPA 2

JAWABAN PPKN....

1.budaya politik adalahPerwujudan nilai-nilai politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2.budaya politik parokial : budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
Budaya politik kaula : budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
Budaya politik Partisipan : Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.

3.sosialisasi politik : Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.

4. - Pendidikan politik : Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.

5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Budaya politik parokial sangat menonjolkan kesadaran warganya akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan politik dalam masyarakat.

6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik
yang akan diambil oleh pemerintah.

7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yang tidak baik, artinya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

8. Menurut saya, orang yang melakukan kecurangan adalah orang yang tidak berjiwa sportif.

9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.

10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sebagai peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

el-nino mengatakan...

NAMA : RENDY SOFYAN
KELAS : XI IPA 2

JAWABAN....

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya, itu merupakan hal yg tidak bertanggung jawab karena telah menia-nyiakan hak pilih.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

dwi_aprilianti mengatakan...

dwi aprilianti xI.ipa.3

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

dwi_aprilianti mengatakan...

nama : dwi aprilianti
keLas : xI.ipa.3

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

dwi_aprilianti mengatakan...

nama : dwi aprilianti
kelas : xI.ipa.3

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

tiyasulistiyani_ips2 mengatakan...

1. Perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.
2.- Parokial = budaya politik yg masih sederhana dan dapat diartikan terbatas pada wilayah sempit budaya.
- kaula = budaya politik dimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap sistem politik.
- Prtisipan = Budaya politik yg ditandai dengan partisipasi aktif anggota sistem politik.
3. Proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan dan sikap politik.
4. - Pendidikan politik = Proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui ini masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik negaranya.
- Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi masyarakat untuk menerima nilai dan norma.
5. Karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yg bersifat khas dan berdiri sendiri. Yang mempengaruhinya adalah faktor kedaerahan, tradisional, dan apatis.
6. Mempengaruhi keputusan politik yg akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkan.
7. Menurut saya orang tersebut bukanlah seorang warga negara yang baikdan tidak bertanggung jawab.
8. Menurut saya, sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. - Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik kenegaraan.

ocEzz.pRinCezz mengatakan...

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

ocEzz.pRinCezz mengatakan...

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

ocEzz.pRinCezz mengatakan...

1. Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik. Dengan kata lain adalah perwujudan nilai" politik yg dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yg diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan politik.

2. – Budaya politik parokial :
Bersifat kedaerahan, pada wilayah sempit, pada masyarakat
tradisional, sederhana, dan bersifat parokial. Orientasinya lebih bersifat kewilayahan, tidak berminat dengan objek-objek yang luas dan sangat menonjolkan adanya kesadaran warganya akan kewenangan politik dalam masyarakatnya.
- Budaya politik partisipan :
Adanya partisipasi aktif anggota-anggota politik dalam suatu proses politik. Mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi menyangkut hak dan kewajiban dan senantiasa ikut terlibat dalam kehidupan politik.
- Budaya politik kaula :
Anggota masyarakat mempunyai kepedulian terhadap output system politik dibandingkan peduli terhadap input terhadap system politik. Hanya bersifat menunggu segala kebijakan yang dibuat oleh para penanggung kekuasaan.

3. Sosialisasi politik adalah proses setiap individu memperoleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap politik yang melibatkan baik generasi muda, maupun generasi tua dengan jalan proses pedagogis (pendidikan politik).

4. Pendidikan politik adalah suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai, norma, dan symbol politik, seperti sekolah, pemerintah dan partai politik.
Sedangkan indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika pengusaha memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan symbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.

5. Masih dianutnya budaya politik parokial dikarnakan masih minimnya pendidikan politik yang diterima, dan masih terikatnya masyarakat tersebut dengan hal-hal yang bersifat tradisional atau kedaerahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
Minimnya pendidikan politik
Budaya
Sosial – Ekonomi

6. Tujuan partisipasi politik :
Memengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya.

7. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dengan tidak memilih, berarti ia tidak hanya menyia-nyiakan haknya tetapi juga kewajibannya. Biasanya orang seperti ini hanya mau enaknya saja, ia ingin keadilan dan hidup sejahtera, tetapi ia tidak mau memilih siapa orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Dengan kata lain, ia tidak mau berpartisipasi, hanya mau enaknya saja. Padahal kalau dipikir, bangsa Indonesia tidak akan ada, apabila tidak ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan ada, jika tidak ada rakyatnya. Untuk itu kita semua saling berkegantungan dan membutuhkan. Maka dari itu, gunakan hak pilih anda! Dan jangan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dengan tidak memilih…

8. Kecurangan dalam pemilu memang erat kaitanya dengan partisipasi masyarakat. Karna terkadang masyarakatlah yang melakukan kecurangan tersebut, karna menginginkan pilihanyalah menang. Tapi terkadang kecurangan tersebut dilakukan oleh oknum pemerintah, dan hal ini, jelas-jelas menipu masyarakat. Namun siapa pun yang melakukannya, ini jelas-jelas perbuatan salah, egois, tidak demokratis dan tidak menghargai partisipasi masyarakat lain. Maka dari itu, kecurangan tersebut harus ditindak tegas.

9. ~ Status quo yaitu sikap politik yang tidak menginginkan adanya perubahan dalam kehidupan politik dinegaranya. Mereka menginginkan suasana yang tetap dan melestarikan suasana tetap tersebut.
~ Reaksioner yaitu sikap yang menentang kamajuan atau pembaharuan. Mereka bersikap berlawana dengan kebijakan pemerintah sehingga sikapnya konfrontatif, protes, dan mogok bahkan melakukan tindak kekerasan terhadap fasilitas umum, dan harta benda (bersifat anarkis).

10. Kesimpulannya adalah perwujudan nilai-nilai politik yang dianut oleh sekelompok masyarakat, bangsa atau negara yang diyakini sebagai peradaban dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan.

Dean Irmawati mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu dan orientasinya thd kehidupan politik yg dihayati oleh para anggota sistem politik
2. Parokial=budaya politik yg kesadaran politik masyarakatnya masih sederhana
kaula=budaya politik yg masyarakatnya masih peduli dg sistem politik
partisipan=budaya politik yg masyarakatnya aktif dalam partisipasi poltik
3. Proses pembentukkan sifat & orientasi poltik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik
4. Pendidikan politik = Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik = Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat yang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. menurut saya,hal seperti itu adalah sikap yg tdk bertanggung jawab karena mereka telah menyinyiakan hak pilihnya.
8. meurut saya sebenarnya tidak perlu ada kecurangan dalam pemilu, karena itu berarti menunjukkan bahwa dia belum siap menjadi masyarakat yg demokratis.
9. Status Quo = sikap dimana satu golongan tidak ingin mengadakan perubahan yg ingin tetap mempertahankan keadaan yg ada.
- Reaksioner = sikap yg menentng kemajuan/pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan politik.

Guns N Roses mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tdk baik, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.

aga bramantia shoubilhaq
XI IA 3

Guns N Roses mengatakan...

1. Pola tingkah laku individu &orientasinya thd kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota sistem politik.
2. Parokial : Budaya politik yg ditandai oleh orientasi yg lebih bersifat kewilayahan.
Kaula : Dimana anggota masyarakat mempunyai kepedulian thd output sistem politik dibandingkan peduli thd input dan bersifat pasif.
Partisipan : Ditandai oleh partisipasi aktif anggota2 sistem politik.
3. Sosialisasi politik : Proses pembentukan sifat dan orientasi politik para anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik.
4. Pendidikan politik : Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan Indoktrinasi politik : Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang di anggap pihak yang berkuasa.
5. Karena mereka belum mengenal sistem politik, masih primitif. Karena ada faktor masih memegang adat istiadat ynang telah turun temurun.
6. Tujuan partisipasi politik : Mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah.
7. Menurut saya, itu perbuatan yang tdk baik, karena telah menyia-nyiakan hak pilih yang telah diberikan kepadanya.
8. Menurut saya, kecurangan tidak perlu dilakukan dlm sistem politik, itu berarti tdk menunjukkan sikap sportif dan tdk sesuai dgn peraturan.
9. Status quo : Sikap politik yang bersifat tdk menginginkan adanya perubahan dlm kehidupan politik di negaranya.
Reaksioner : Sikap yang menentang kemajuan dan pembaruan.
10. Kesimpulannya, bahwa budaya politik adalah perwujudan nilai2 politik yang di anut oleh sekelompok masyarakat, bangsa, dan negara yang di yakini sbg peradaban dlm melaksanakan kegiatan pilitik.


satria ramadhan
XI IPA 3